logo AIA Pedia
aiapedia

Jangan Anggap Remeh, Ini Beberapa Bahaya Kekurangan Vitamin D

loading...
Jangan Anggap Remeh, Ini Beberapa Bahaya Kekurangan Vitamin D
Dikenal sebagai vitamin sinar matahari, vitamin D diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap kulit yang terpapar sinar matahari. / Foto: ilustrasi/ist
JAKARTA - Apabila menghindari paparan sinar matahari , menderita alergi susu, atau mengikuti pola makan vegan yang ketat, Anda mungkin berisiko kekurangan vitamin D. Dikenal sebagai vitamin sinar matahari, vitamin D diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap kulit yang terpapar sinar matahari.

Baca juga: Ingin Diet Sehat dan Aman? Ini Tips dari Dokter Reza Gladys

Itu juga terdapat secara alami dalam beberapa makanan, termasuk beberapa ikan, minyak hati ikan, dan kuning telur, termasuk dalam produk susu dan biji-bijian.

Dilansir dari WebMD, vitamin D penting untuk tulang yang kuat, karena membantu tubuh menggunakan kalsium dari makanan. Secara tradisional, kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan rakhitis, penyakit di mana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik, yang menyebabkan tulang lunak dan kelainan bentuk tulang.

Selain itu semakin banyak penelitian yang mengungkapkan pentingnya vitamin D dalam melindungi dari sejumlah masalah kesehatan.

Gejala dan Risiko Kesehatan Kekurangan Vitamin D

Gejala nyeri tulang dan kelemahan otot bisa berarti Anda kekurangan vitamin D. Namun, bagi banyak orang, gejalanya tidak kentara. Meski tanpa gejala, kekurangan vitamin D dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kadar vitamin D dalam darah yang rendah telah dikaitkan dengan hal-hal berikut: meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, gangguan kognitif, asma parah dan kanker. Penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat berperan dalam pencegahan dan pengobatan sejumlah kondisi berbeda, termasuk diabetes tipe 1 dan tipe 2, hipertensi, intoleransi glukosa, dan sklerosis ganda.

Kekurangan vitamin D dapat terjadi karena beberapa alasan

Anda tidak mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D. Ini mungkin terjadi jika Anda mengikuti pola makan vegan yang ketat, karena sebagian besar sumber alami vitamin D berasal dari hewani, termasuk ikan dan minyak ikan, kuning telur, susu, dan hati sapi.

Terlalu sedikit mendapat paparan sinar matahari, khususnya saat musim hujan. Karena tubuh membuat vitamin D saat kulit Anda terkena sinar matahari, Anda mungkin berisiko mengalami defisiensi jika Anda tinggal di rumah, tinggal di garis lintang utara, mengenakan jubah panjang atau penutup kepala, atau terus menerus bekerja di dalam ruangan.

Jika Anda memiliki kulit gelap, pigmen melanin mengurangi kemampuan kulit untuk membuat vitamin D dari paparan sinar matahari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan kulit lebih gelap berisiko tinggi kekurangan vitamin D.

Seiring bertambah usia, semakin turun kemampuan ginjal untuk mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya, sehingga meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. Juga, menurunnya kemampuan saluran pencernaan Anda untuk menyerap vitamin D secara memadai, mengakibatkan masalah medis tertentu, termasuk penyakit Crohn, fibrosis kistik, dan penyakit celiac.

Cara paling akurat untuk mengukur seberapa banyak vitamin D dalam tubuh Anda adalah tes darah 25-hidroksi vitamin D. Kadar 20-50 nanogram/mililiter dianggap cukup untuk orang sehat. Jika kurang dari 12 ng/mL menunjukkan defisiensi vitamin D.

Baca juga: Resep Ayam Pandan yang Gurihnya Bikin Ketagihan

Pedoman dari Institute of Medicine mengemukakan diet yang direkomendasikan (RDA) untuk vitamin D adalah 600 unit internasional (IU) untuk orang usia 1-70, dan 800 IU untuk orang dewasa yang berusia lebih dari 70 tahun. Dokter mungkin meresepkan lebih dari 4.000 IU untuk memperbaiki kekurangan vitamin D.
(nug)
Top
aiapedia